Biaya Bangun Rumah

Bagi kamu yang sedang merencanakan proyek pembangunan rumah, pastinya kamu sedang mencari informasi lengkap tentang cara menghitung biaya bangun rumah mulai dari nol hingga selesai. Dulu menghitung biaya bangun rumah sendiri memang sangat memusingkan. Banyak hal yang harus diperhatikan dan butuh perencanaan yang matang agar rumah yang dibangun sesuai keinginan.

Tapi jangan khawatir, menghitung biaya bangun rumah sendiri bukan lagi menjadi pekerjaan yang sulit mengingat semakin canggihnya teknologi saat ini. Kita dapat dengan mudah mencari informasi melalui internet tanpa perlu lagi survey secara langsung untuk mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan. Untuk menghitung biaya bangun rumah sendiri, kita bisa menghitungnya dengan dua metode yaitu metode per meter persegi dan metode harga satuan. Kamu bisa pilih metode mana yang menurutmu paling efektif dan mudah.

Tips Membuat Anggaran Biaya Membangun Rumah

 

Tapi, sebelum kita masuk ke metode cara menghitung biaya bangun rumah, berikut ini ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membangun rumah sendiri.

1. Membuat budget forecasting (perkiraan biaya)

Hal pertama yang harus kamu perhatikan sebelum membangun rumah adalah menghitung atau memperkirakan total biaya. Membuat budget forecasting ini sangat penting agar proses pembangunan rumah bisa terpantau dengan baik. Dengan begini kamu bisa mengalokasikan dana untuk biaya-biaya yang tidak terduga. Jika diperlukan, kamu bisa membuatnya ke dalam buku perencanaan agar lebih mudah.

2. Membuat Scheduling (penjadwalan)

Membuat jadwal juga tidak kalah penting dalam sebuah proyek pembangunan rumah. Scheduling ini sangat penting agar jangan sampai jadwal yang dibuat justru membuat kamu kewalahan. Pikirkan dengan matang kapan waktu terbaik untuk membangun rumah dan membutuhkan berapa lama penyelesaiannya. Dengan begini kamu bisa mengevaluasi pembangunan rumah dengan lebih detail lagi.

3. Memilih kontraktor yang terpercaya dan ahli

Setelah perencanaan biaya dan waktu, selanjutnya kamu bisa mencari jasa tukang yang terpercaya dan sudah ahli. Memilih tukang atau kontraktor yang akan membangun rumah tentu menjadi hal yang sangat penting. Karena di tangan mereka lah bagaimana nasib rumah kita nantinya. Untuk itu, pilihlah jasa kontraktor yang memiliki track record baik agar kita terhindar dari kerugian yang ditimbulkan.

Mintalah rekomendasi kepada keluarga atau rekan kerja untuk menemukan jasa kontraktor terbaik. Selain itu, kamu juga bisa mencari jasa kontraktor dari media internet seperti di blog rumahpedia.info dimana dalam blog tersebut kamu bisa mendapatkan beragam inspirasi konsep desain rumah yang bisa kamu aplikasikan pada rumah idamanmu.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi

Salah satu metode menghitung biaya bangun rumah yang banyak diterapkan adalah dengan menghitung per meter persegi. Baik itu biaya lahan, biaya bahan bangunan, hingga upah tukang bisa kita hitung dengan metode per meter persegi ini. Perhitungan dengan biaya ini bisa memberikan hasil yang berbeda, tergantung jenis bahan material, harga bahan di setiap lokasi, upah tukang di masing-masing daerah, biaya transportasi, dan lainnya.

Untuk menghitung RAB (Rencana Anggaran Biaya) dengan metode ini sebenarnya cukup mudah. Caranya yaitu, siapkan gambar denah rumah, lalu hitung luas bangunan sesuai dengan rencana denah, dan cari informasi biaya per meter saat ini. Misalnya, kamu ingin membangun rumah berukuran 36 meter persegi dengan biaya Rp 2,5 juta per meter persegi. Maka dana yang kamu butuhkan sekitar Rp 2,5 juta x 36= Rp 90 juta. Ukuran rumah dan keseluruhan luas lahan harus diperhitungkan dengan cermat agar tidak ada kesalahan.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Per Harga Satuan

Untuk menghitung biaya bangun rumah dengan metode ini kamu perlu menghitung volume atau banyaknya pekerjaan berdasarkan satuan tertentu. Misalnya pekerjaan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan dinding, pekerjaan lantai, dan lainnya. Selain itu, kamu juga perlu menghitung harga satuan dari bahan material, upah tukang, dan angka koefisien SNI. Setelah itu, kamu bisa menghitung RAB dengan mengalikan volume dengan harga satuan.

Metode ini juga akan menghasilkan nilai yang berbeda, tergantung dengan harga material atau hal lainnya di setiap daerah. Untuk itu, kamu juga perlu memperkirakan harga material dan biaya lainnya. Hal ini bisa menentukan perubahan dan masukan dalam rencana anggaran biaya (RAB) untuk membangun rumah impianmu.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri Dengan Mudah